Zamin

Sumber : Pinterst



za-min 
ark n tanah; negeri; negara

Dari kulit bumi ini awal mula kami tercipta. Di kulit bumi ini kami hidup. Dan kelak bila waktunya telah tiba kami kembali menyatu dengan kulit bumi ini.

Berbagai tekstur, warna dan aroma. Dari utara hingga selatan. Dari barat menuju timur. Namanya tetap sama. Tanah.

Setelah sejenak memandangi tanaman-tanaman yang ada di depanku. Rasa dirasa, pikir dipikir ternyata hidup ini seperti tumbuh-tumbuhan itu. Ada yang waktu tumbuhnya lamban dan ada pula yang cepat. Ada yang tumbuh menjulang dan ada pula yang merambat. Ada yang berbunga cantik dan ada yang berbuah manis.

Tanah sebagai media menanam berbagai tumbuhan sangat berpengaruh dalam berkembangnya tumbuhan itu sendiri. Bila baik dan subur tanahnya, tumbuhan yang ada disana pastilah berkembang dengan baik pula. Sama halnya dengan kita sebagai manusia. Lingkungan hidup kita dapat mempengaruhi sifat dan watak kita.

Tanah Pasundan. Kota yang masih bersahabat dengan sebagian pepohonan. Modern namun tetap asri. Udaranya pun masih terasa sejuk. Disinilah tempatku bertumbuh.

Sedari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, aku hidup dan berkembang di tanah ini. Mengenal beberapa kebiasaan dan budaya yang tak ada dalam keluargaku. Menemukan orang-orang dengan watak yang berbeda-beda. Hingga merasakan jatuh cinta dengan salah satu penduduk asli Tanah Pasundan.

Tanah yang aku pijak sekarang memang bukanlah pusat kota yang segala jenis tempat hiburannya ada. Namun tidak juga seperti pedalaman yang sulit akses. Tanah pijakan ku saat ini berada di bagian timur kota. Di salah satu daerah yang berawalan kata "ci". Disini penduduknya ramah tamah. Lingkungannya aman dan bersih. Kegiatan sosial dan keagamaannya berjalan dengan seimbang. Karena itulah aku bersyukur tumbuh di tanah ini. 

Tempat ku tumbuh selanjutnya ada di beberapa tempat lain. Dan lagi-lagi aku bersyukur tumbuh di tempat itu. Walau ada beberapa hal yang awalnya membuatku tidak suka namun dari tempat-tempat itulah aku banyak belajar. 

Akhir kalimat dariku. Tulisan ini baru dimulai dari tanah, nantikanlah hingga tulisan ini ditanami benih. Apakah benih itu akan berbunga cantik atau berbuah manis? Ataukah layu dan mati?



Komentar

Postingan Populer